NADIKABAR.COM — Kementerian Agama mencatat setelah melakukan pemutakhiran dan penguatan integrasi data pendidikan keagamaan nasional, hingga saat ini jumlah santri mencapai sebanyak 4,634 juta orang, yang telah terverifikasi secara by name by address (BNBA).

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan yang masih berlangsung, sehingga belum menggambarkan keseluruhan populasi santri nasional.

Jumlah peserta didik tersebut berasal dari satuan pendidikan di pesantren, selain madrasah diniyah takmiliyah (MDT) dan lembaga pendidikan Al Quran (LPQ).

"Data yang sedang kita bangun adalah data BNBA. Jadi, prosesnya memang membutuhkan waktu karena setiap data santri harus diverifikasi berdasarkan identitas, alamat, dan status keaktifannya," ujarnya.

Kemenag saat ini tengah melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara bertahap untuk memastikan setiap santri dan satuan pendidikan pesantren tercatat secara akurat, faktual, dan tidak mengalami duplikasi.