NADIKABAR.COM — Kementerian Agama menggagas program pengembangan 1.000 doktor Ma’had Aly sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi pesantren.

Program yang diwacanakan berlangsung pada 2027–2031 tersebut akan diawali dengan pemetaan kebutuhan dosen dan potensi lulusan di 95 Ma’had Aly yang tersebar di Indonesia.

“Kita harus ada peta kebutuhan dosen kita selama lima tahun dan kita perjuangkan,” ujar Direktur Jenderal Pesantren Basnang Said dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut Basnang, pengembangan sumber daya manusia Ma’had Aly membutuhkan perencanaan jangka menengah yang terukur.