Menurutnya, santri memiliki tanggung jawab untuk memperkuat karakter sekaligus mengaktualisasikan ilmu yang dimiliki bagi masyarakat.

Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa pemanfaatan AI dalam pembelajaran agama harus tetap disertai bimbingan guru.

Menurutnya, teknologi dapat membantu proses pencarian informasi, tetapi tidak dapat menggantikan peran kiai dan ustaz, terutama dalam mempelajari persoalan keagamaan yang sensitif.

β€œOleh karenanya, saya berharap AI kita warnai. Dan hari ini saya ingin mengingatkan, AI bisa membantu pada ruang-ruang normatif, tetapi untuk belajar hal-hal yang sensitif seperti hukum, fikih, wajib hukumnya memiliki guru,” katanya.