NADIKABAR.COM — Kementerian Agama (Kemenag) menyatakan kegiatan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar di Yogyakarta, Rabu, mengatakan dengan mengusung tema "Tumbuh dan Berkembang Bersama Prestasi" OASE III PTKIN 2026 menjadi wadah pengembangan potensi mahasiswa dalam menghadapi pesatnya transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial.
"Jadi kita berharap nanti bibit-bibit unggul yang selama ini kita persiapkan di perguruan tinggi itu menampilkan percobaan temuannya, yang mungkin nanti disempurnakan pada saat setelah alumni," kata Nasaruddin setelah pembukaan OASE III PTKIN.
OASE PTKIN merupakan ajang kompetisi akademik tingkat nasional bagi mahasiswa PTKIN se Indonesia, yang pada tahun 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga dan diikuti sebanyak ratusan peserta.
"Diharapkan akan menjadi kekayaan bangsa kita untuk mengorbitkan Indonesia sebagai satu bangsa yang sangat diperhitungkan dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang sains dan riset," kata Menteri Agama.
Dipilihnya UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai tuan rumah OASE III, kata Menteri, karena perguruan tinggi ini baru saja mendapatkan predikat luar biasa, yaitu menempati urutan kedua setelah di Universitas Indonesia.
"Mudah-mudahan hasil yang kita raih dari acara ini nanti menambah gairah perguruan tinggi keagamaan Islam negeri akan semakin diminati oleh warga masyarakat bangsa Indonesia dan dunia," katanya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kemenag, Amien Suyitno mengatakan OASE pertama kali digelar pada 2021 di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, kemudian berlanjut pada 2023 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan pada 2026 digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
"Dengan OASE ini diharapkan mendorong mahasiswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta menghasilkan inovasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, moderasi beragama, dan kemanusiaan," katanya.
Dia mengatakan melalui kompetisi bidang agama, sains, dan riset, OASE diharapkan mampu meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan budaya riset mahasiswa, sekaligus memperkuat sportivitas, kolaborasi, dan persaudaraan (ukhuwah).
"Pada akhirnya, OASE diharapkan melahirkan generasi mahasiswa PTKIN yang unggul, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa," katanya.