Selain bantuan pendidikan, Kemenag juga mengalokasikan anggaran untuk tunjangan profesi guru dan dosen. Pemerintah turut memberikan perhatian terhadap perbaikan sarana pendidikan, peningkatan pembelajaran digital, pembinaan prestasi, serta perluasan layanan bagi penyandang disabilitas.
Menag mengatakan dukungan pembiayaan tersebut berjalan beriringan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan di madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi keagamaan.
Ia mencontohkan sejumlah madrasah yang mampu mencatatkan prestasi akademik di tingkat nasional maupun internasional. Beberapa diantaranya adalah MAN 2 Malang, MAN 2 Makassar, MAN Insan Cendekia Gorontalo, dan MAN Insan Cendekia Serpong.
Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan lembaga pendidikan di bawah Kemenag berpeluang besar untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terkemuka di dunia.
Di sisi lain Kemenag terus memperluas akses pendidikan yang inklusif. Saat ini, menurut Menag, terdapat sekitar 2.000 madrasah yang telah memiliki layanan pendidikan, termasuk 1.547 unit layanan disabilitas.