NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memperkuat kolaborasi dalam pemajuan kebudayaan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama. Hal ini dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Perpustakaan Nasional, Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (LPP TVRI), Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, dan Universitas Nasional di Gedung Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Penandatanganan lima dokumen kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan melalui keterhubungan berbagai sektor. Kerja sama ini mencakup penguatan infrastruktur kebudayaan, pelindungan dan pemanfaatan khazanah pengetahuan, penyebarluasan informasi budaya, pewarisan nilai kepada generasi muda, serta pengembangan riset dan sumber daya manusia.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengatakan sejak berdirinya Kementerian Kebudayaan hingga saat ini telah terwujud 38 kesepakatan kerja sama strategis dengan berbagai mitra, termasuk lima kerja sama yang ditandatangani hari ini.
"Yang terpenting, kerja sama ini tidak berhenti sebagai dokumen. Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama ini harus menjadi payung bagi kita untuk bekerja dan menghasilkan sesuatu yang nyata. Harapannya kerja sama ini segera direalisasikan sehingga memberikan hasil yang cepat, tepat, dan bermanfaat bagi masyarakat," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (29/9/2026).
Menurut Fadli Zon, pemajuan kebudayaan merupakan amanat konstitusi yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kebudayaan memiliki cakupan yang luas, tidak hanya seni, tetapi juga bahasa, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, pengetahuan tradisional, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, hingga berbagai bentuk seni.
"Kementerian Kebudayaan tidak mungkin menjadi satu-satunya institusi yang memajukan kebudayaan. Dengan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa, kita membutuhkan kerja bersama dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi, perguruan tinggi, serta berbagai pihak lainnya agar potensi kebudayaan dapat dikembangkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," ucapnya.
Fadli menambahkan kelima kerja sama tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun ekosistem kebudayaan. Infrastruktur dibutuhkan untuk menjaga ruang dan aset budaya, perpustakaan memperkuat pengetahuan, media memperluas jangkauan, Gerakan Pramuka mendukung regenerasi, sementara perguruan tinggi berperan dalam riset dan pengembangan kapasitas.
"Kalau kita lihat secara utuh, kelima kerja sama ini membentuk satu rantai yang saling menguatkan. Infrastruktur menjaga ruang budaya, perpustakaan menjaga pengetahuan, media memperluas jangkauan, Pramuka memperkuat regenerasi, dan perguruan tinggi mengembangkan riset serta kapasitas. Inilah ekosistem yang ingin kita bangun bersama," ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Direktur Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Mardisontori, mengatakan bahwa kemajuan kebudayaan membutuhkan dukungan dari berbagai sektor karena kebudayaan merupakan bagian penting dari pembangunan karakter dan peradaban bangsa. Menurutnya, kerja sama yang dibangun menjadi upaya untuk menyatukan kekuatan nasional melalui bidang yang memiliki peran berbeda tetapi saling mendukung.
"Sinergi yang dibangun melalui Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan wujud nyata ikhtiar bersama dalam mengonsolidasikan kekuatan nasional. Bersatunya infrastruktur, literasi, penyiaran, pendidikan karakter, dan dunia akademik diharapkan dapat mengoptimalkan potensi sumber daya lintas sektor untuk memperkuat ketahanan budaya bangsa," ucap Mardisontori.
Kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum diarahkan pada penguatan pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan cagar budaya, museum, serta sarana dan prasarana kebudayaan. Dukungan pengetahuan, keahlian, dan infrastruktur yang memadai diharapkan dapat turut memperkuat keberlanjutan bangunan dan kawasan budaya, termasuk dalam menghadapi potensi bencana dan berbagai risiko kerusakan sehingga warisan budaya dapat tetap terpelihara dan dimanfaatkan oleh generasi kini maupun mendatang.
Bersama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, kerja sama mencakup pelindungan dan pemanfaatan khazanah pengetahuan serta memori kolektif yang tersimpan dalam manuskrip, naskah kuno, karya sastra, karya tulis dan cetak, serta berbagai karya rekam. Upaya tersebut penting untuk memastikan pengetahuan, nilai, identitas, dan perjalanan sejarah bangsa dapat terus diwariskan dan diakses oleh masyarakat secara lebih luas.
Dengan TVRI, kolaborasi diarahkan pada penguatan penyebarluasan informasi dan pengetahuan kebudayaan kepada masyarakat. Sebagai lembaga penyiaran publik, TVRI memiliki jangkauan dan peran strategis dalam menghadirkan informasi kebudayaan kepada khalayak luas. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas apresiasi dan kesadaran masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pemajuan kebudayaan.
Sementara itu, kerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka ditujukan untuk memperluas pewarisan nilai budaya, pengetahuan lokal, dan sejarah bangsa kepada generasi muda. Gerakan Pramuka memiliki ruang strategis dalam pendidikan dan pembentukan karakter sehingga nilai-nilai kebudayaan dapat dikenalkan dan dikembangkan melalui berbagai kegiatan kepemudaan.
Adapun Perjanjian Kerja Sama dengan Universitas Nasional menjadi bagian dari penguatan pemajuan kebudayaan berbasis pengetahuan dan riset. Kerja sama ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran pengetahuan, penelitian, inovasi, serta pengembangan program di bidang kebudayaan.