NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia mulai merevitalisasi Istana Siak Assyerayah Al Hasyimiah dan Balairung Sri Kerapatan Tinggi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau dengan dana senilai Rp5 miliar yang ditargetkan rampung dalam waktu 65 hari.

Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Budi Eka Putra mengatakan revitalisasi tersebut merupakan bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian cagar budaya nasional. Di Provinsi Riau, program revitalisasi juga dilaksanakan di Kawasan Candi Muara Takus, Kabupaten Kampar.

"Pemerintah berharap Istana Siak dan Balairung Sri Kerapatan Tinggi tidak hanya terjaga secara fisik, tetapi juga tetap menjadi pusat pembelajaran sejarah, pelestarian budaya Melayu, dan destinasi wisata sejarah di Provinsi Riau," katanya di Siak, Riau, Kamis.