Kegiatan revitalisasi ditandai dengan doa bersama di koridor belakang Istana Siak. Dari total anggaran Rp5 miliar, sebesar Rp3 miliar dialokasikan untuk perbaikan Istana Siak, sedangkan Rp2 miliar digunakan untuk revitalisasi Balairung Sri Kerapatan Tinggi.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan Istana Siak bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan warisan leluhur yang memiliki nilai penting bagi identitas dan kebanggaan masyarakat. Oleh karena itu, pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama agar tetap dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Dalam pelaksanaannya, perbaikan Istana Siak akan diprioritaskan pada bagian bangunan yang mulai rapuh, termasuk pembenahan dan pengecatan dinding.