"Campuspreneur menjadi ruang penting bagi generasi muda untuk belajar langsung dari para praktisi, membangun koneksi, serta memahami perjalanan bisnis dari pasar lokal menuju pasar global. Semoga kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, inspirasi, dan jejaring yang membuka semakin banyak peluang untuk membawa ide dan bisnis Indonesia berkembang ke pasar global," ujarnya.

Rangkaian Campuspreneur di BINUS University juga diisi berbagai layanan konsultasi bagi mahasiswa dan pelaku UMKM. Kemendag menghadirkan Klinik Konsultasi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Perizinan, Klinik Desain, Klinik Ekspor, Klinik Standar, Kemasan, dan Mutu, Klinik Sertifikasi, serta Klinik Kemitraan.

Salah satu peserta kuliah umum Campuspreneur, Lanang Bayu Triaji, mahasiswa Program Studi International Business Management (IBM) BINUS University, berharap program tersebut dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa dan pelaku usaha muda.

"Harapan saya, para peserta dapat memahami materi yang telah diberikan dan semakin berani mengambil peluang untuk go international," ujar Lanang.

Campuspreneur merupakan salah satu klaster kegiatan dalam Program Dari Lokal untuk Global yang diusung Kemendag. Program tersebut dirancang untuk membekali sivitas academica dengan pengetahuan kewirausahaan melalui pelatihan ekspor dan pendampingan usaha untuk mengembangkan pasar dalam dan luar negeri.

Peserta Campuspreneur terpilih juga memiliki kesempatan mengikuti Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 pada 14-18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten. Kemendag akan menyediakan stan khusus untuk menampilkan produk Campuspreneur yang telah melalui proses kurasi.