NADIKABAR.COM β€” Kementerian Perdagangan (Kemendag) menilai penguatan merek dan desain menjadi kunci untuk meningkatkan nilai tambah furnitur Indonesia agar semakin berdaya saing di pasar global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan Indonesia memiliki keunggulan dari sisi bahan baku, namun peningkatan nilai tambah tetap diperlukan dalam menghadapi persaingan produk furnitur di pasar internasional.

β€œKalau misalnya kita sudah bisa menjual desain, nah itu tadi, value-nya bisa lebih besar,” kata Fajarini dalam konferensi pers Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu.

Menurut dia, salah satu pembanding adalah produk furnitur dari Eropa yang telah memiliki merek kuat sehingga mampu menawarkan nilai tambah tidak hanya dari produk, tetapi juga dari kesadaran konsumen terhadap merek tersebut.

Fajarini menilai pelaku industri furnitur Indonesia memiliki peluang untuk membangun merek sendiri sehingga keunggulan bahan baku dapat diikuti dengan peningkatan nilai produk.

β€œKarena mereka sudah punya brand sendiri. Jadi yang mereka jual kan nilai tambah, brand awareness. Jadi sudah saatnya kalau kita berani, kita juga sudah bisa buat brand,” ujarnya.

Selain merek, lanjut dia, penyesuaian desain dengan kebutuhan pasar dinilai menjadi penting karena konsumen di negara tujuan memiliki preferensi yang berbeda-beda.

Fajarini mengatakan permintaan furnitur di pasar global masih tumbuh.

β€œSebenarnya untuk furnitur itu permintaannya tumbuh. Tapi memang furnitur kita ini perlu didorong supaya lebih bagus lagi,” ungkap dia.

Karena itu, TEI ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten juga akan memberikan ruang lebih besar bagi produk furnitur sebagai salah satu sektor industri padat karya yang dipromosikan kepada calon pembeli internasional.