NADIKABAR.COM — Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengembangkan sumber pangan lokal, seperti protein hewani, sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan gizi dan stunting di daerah tertinggal.
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PPDT) Kemendes PDT Samsul Widodo mencontohkan upaya pencegahan stunting itu telah dilakukan pihaknya di Sumba Barat melalui pengolahan bekicot sebagai alternatif sumber pangan yang dicoba untuk diperkenalkan kepada anak-anak.
"Di Sumba Barat, kami untuk pencegahan stunting mencoba mengolah bekicot dan sebagainya. Walaupun secara tradisional mereka tidak makan bekicot, tapi anak-anak suka. Nah, ini yang kami coba kembangkan," kata Samsul saat menyampaikan pidato kunci dalam Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA) yang digelar Kemendes PDT berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) seperti diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.