Yandri menyebut angka stunting nasional masih mendekati 20 persen, sedangkan di daerah tertinggal dan sangat tertinggal angkanya berada di atas 27 persen.
Dia mengatakan terdapat kesenjangan angka stunting antardaerah, dengan sejumlah provinsi telah berhasil menurunkannya hingga satu digit, sementara wilayah lainnya masih mencatatkan angka 27 hingga 30 persen.
"Ini pekerjaan rumah serius bagi kita. Ada provinsi yang sudah berhasil menekan angka stunting bahkan satu digit, tetapi ada juga yang masih 27 persen hingga 30 persen," ujarnya lagi.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kemendes PDT berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, serta pemerintah daerah dalam memperkuat penanganan stunting secara terpadu.
Selain melalui pemanfaatan dana desa, Yandri menekankan pentingnya penguatan ekonomi perdesaan untuk mengatasi kemiskinan yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting.