Ia mengungkapkan tingkat kemiskinan di desa sangat tertinggal masih mencapai 33 persen, sedangkan rata-rata kemiskinan perdesaan sekitar 11 persen.

Kemendes PDT, kata dia, mendorong pengembangan berbagai potensi ekonomi melalui koperasi desa, badan usaha milik desa (BUMDes), desa wisata, dan desa ekspor, serta pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, program-program tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi perdesaan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau dengan angka kemiskinan kita tekan, insya Allah bisa selesai ke depannya," kata Yandri.

Dalam kegiatan tersebut, Kemendes PDT juga memberikan penghargaan kepada desa-desa yang dinilai berkinerja baik dalam pencegahan dan penurunan stunting sebagai upaya mendorong desa lainnya meningkatkan efektivitas penanganan masalah tersebut.