Menurut Rosyid, desa yang menjadi percontohan yang direncanakan diumumkan pada Oktober ini diharapkan tidak hanya menunjukkan keberhasilan pembangunan di wilayahnya sendiri, tetapi juga membagikan praktik baik kepada desa lain yang masih memiliki status pembangunan lebih rendah.

“Jadi, sebagai proses pembelajaran itu berarti kalau desa membutuhkan ilmu, datanglah ke desa kuantum itu,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa pengalaman desa-desa yang berhasil meningkatkan statusnya akan dipelajari untuk mengidentifikasi langkah pemberdayaan, intervensi program, dan peran pendamping yang berkontribusi terhadap perubahan tersebut.