NADIKABAR.COM β€” Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mengatakan diperlukan pendekatan khusus atau asimetris untuk mengatasi persoalan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, seperti keterbatasan fasilitas dan tenaga kesehatan.

Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) Kemendes PDT Samsul Widodo mengatakan pendekatan tersebut diperlukan karena kondisi geografis dan tantangan pelayanan kesehatan di daerah tertinggal berbeda dengan wilayah lain.

β€œAsimetris, pendekatan-pendekatan apa yang tidak biasa yang bisa menyelesaikan persoalan kesehatan di daerah tinggal," kata Samsul ketika menyampaikan pidato kunci dalam Simposium Nasional Inventaris Masalah Kesehatan di Daerah Tertinggal (SINTESA) yang digelar Kemendes PDT berkolaborasi dengan Universitas Indonesia, seperti diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.