Lebih lanjut, Samsul menjelaskan bahwa akses masyarakat di daerah tertinggal terhadap fasilitas kesehatan masih menghadapi berbagai kendala. Ia mengatakan jarak menuju fasilitas kesehatan terdekat di daerah tertinggal rata-rata mencapai hampir 25 kilometer, sedangkan di daerah yang tidak tergolong tertinggal sekitar lima kilometer.

Selain jarak, ketersediaan dokter, bidan, dan tenaga kesehatan lainnya juga menjadi persoalan di sejumlah wilayah, termasuk Papua.

Samsul mencontohkan kondisi di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, yang menghadapi keterbatasan persebaran dokter di sejumlah distrik. Situasi tersebut, kata dia, menuntut adanya pendekatan khusus agar masyarakat tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan meskipun tinggal jauh dari fasilitas medis.