Lebih lanjut, ia menjelaskan pelatihan itu mencakup dua materi utama, yaitu Kesiapsiagaan Bencana bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) serta Layanan Dukungan Psikososial Pascabencana bagi PTK.

Melalui kedua materi tersebut, guru dan tenaga kependidikan dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, mulai dari upaya mitigasi dan prosedur keselamatan hingga pendampingan psikososial bagi warga sekolah terdampak.

Pengembangan materi pelatihan turut melibatkan mitra, seperti Save the Children dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dalam penyusunan modul pembelajaran.

Direktur Guru Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (PAUD dan PNF) Kemendikdasmen Saiful Bari menambahkan guru memiliki peran strategis dalam membangun kesiapsiagaan karena berinteraksi langsung dengan murid.