Dalam situasi darurat, lanjutnya, pengetahuan dan ketenangan guru dapat membantu murid memahami langkah yang harus dilakukan untuk menjaga keselamatan diri.

“Guru yang tangguh bukan hanya memahami prosedur keselamatan, tetapi juga mampu bersikap tenang, responsif, dan mengambil tindakan yang tepat ketika bencana terjadi. Kesiapsiagaan perlu dibangun sejak dini dengan melibatkan seluruh warga sekolah serta memperhatikan karakteristik dan kebutuhan setiap murid, termasuk murid yang membutuhkan pendampingan khusus,” kata Saiful.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikdasmen telah mengembangkan Modul Kesiapsiagaan Bencana dan Modul Layanan Dukungan Psikososial Pasca Bencana bagi PTK sebagai sumber pembelajaran bagi guru dan tenaga kependidikan.

Modul tersebut diharapkan membantu pendidik memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, sekaligus menerapkan pengetahuan tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan satuan pendidikan.