Mu'ti menegaskan sistem penerimaan murid baru terus dibuat lebih terbuka dan akuntabel guna mencegah praktik jual beli kursi, khususnya pada sekolah yang selama ini dianggap favorit.

"Alhamdulillah dengan SPMB ini penerimaan berjalan dengan akuntabel, dengan tertib dan tidak ada jual beli kursi, terutama untuk sekolah-sekolah yang dianggap favorit," ujarnya.

Penguatan pelayanan publik juga dilakukan melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) Kemendikdasmen yang memfasilitasi berbagai aduan dan laporan masyarakat melalui layanan tersebut.

Selain itu, Mu'ti menambahkan, dirinya juga membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi untuk menerima masukan dan merespons persoalan pendidikan.

Kedua, penguatan integritas juga dilakukan melalui kebijakan pembelajaran dan pembentukan karakter murid.

Ia mengatakan pendidikan tidak semata-mata diarahkan pada capaian akademik, namun juga pada pembentukan karakter dan budaya bangsa.

“Kami memahami bahwa pendidikan bukanlah sekadar proses yang diukur dari capaian-capaian yang bersifat akademik, tetapi lebih penting lagi bagaimana pendidikan itu membentuk karakter dan budaya bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan karakter turut dilakukan melalui budaya sekolah yang aman dan nyaman, program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta penguatan layanan bimbingan dan konseling.

Dalam kerangka tersebut, pihaknya juga memperkuat peran guru sehingga tidak hanya dipandang sebagai pendidik atau agent of learning, namun juga sebagai agent of civilization atau agen peradaban.