NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan interactive flat panel (IFP) membuat kegiatan belajar di SMAN 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, menyenangkan karena murid dapat mengeksplorasi materi secara visual dengan berbagai sumber belajar.
Guru Matematika SMAN 2 Cibinong Nurlaela dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh Kemendikdasmen di Jakarta, Jumat, mengatakan penggunaan IFP atau papan interaktif digital (PID) memberikan manfaat bagi guru maupun murid.
Guru, kata dia, terbantu dengan media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif, sedangkan murid memiliki kesempatan lebih luas untuk mengeksplorasi materi yang dipelajari.
βAnak-anak lebih semangat karena mereka juga bisa eksplorasi. Ditambah lagi, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga terdapat platform Rumah Pendidikan. Di ruang tersebut kami menggunakan Ruang Murid, anak-anak bisa menggunakan materi ajar, lab maya, ataupun bahan-bahan interaktif lainnya dari sana,β katanya.
Sebelum menggunakan IFP, Nurlaela lebih banyak memanfaatkan laptop dan proyektor dalam pembelajaran.
Penggunaan perangkat tersebut dinilai masih lebih terbatas karena interaksi dengan media pembelajaran hanya dilakukan oleh guru. Dengan IFP, murid dapat ikut berinteraksi langsung dengan materi yang ditampilkan.