NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan pentingnya penguatan kebijakan dan layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang responsif terhadap perubahan iklim guna melindungi perkembangan dan kesejahteraan anak dari dampak perubahan lingkungan yang semakin kompleks.

“Dua jawaban menjadi inti dari forum ini. Yang pertama adalah kebijakan dan layanan yang responsif terhadap iklim, dan yang kedua adalah pembiayaan yang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan baik,” kata Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti secara daring dalam gelaran 2026 Asia-Pacific Regional Learning Forum on Early Childhood Development (ECD) di Jakarta Pusat pada Selasa.

Ia mengatakan anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap dampak perubahan iklim, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan yang saling berkaitan, seperti degradasi lingkungan, ketidakstabilan ekonomi, dan kesenjangan sosial.

Kondisi tersebut, kata dia, dapat memengaruhi kesehatan, pemenuhan gizi, perlindungan, proses pembelajaran, hingga akses anak terhadap layanan dasar yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

Menurut Suharti, dampak berbagai tantangan tersebut tidak dirasakan secara merata. Anak-anak dan keluarga yang hidup dalam kondisi rentan berpotensi menghadapi risiko lebih besar sehingga membutuhkan kebijakan dan layanan yang mampu merespons kebutuhan mereka.