NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengatakan Puncak Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) menjadi momentum untuk memperkuat kedudukan Bahasa Indonesia sebagai simbol persatuan, identitas dan kedaulatan bangsa.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen Hafidz Muksin mengatakan peringatan Bulan Bahasa dan Sastra tahun ini terasa istimewa karena menandai 100 tahun perjalanan gagasan Bahasa Indonesia sejak 1926 hingga 2026.
βDengan tema 'Bahasa Indonesia Bermartabat, Indonesia Berdaulat', Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin menyadari bahwa Bahasa Indonesia tidak sekedar menjadi alat komunikasi, tetapi juga menjadi simbol kehormatan, kebanggaan, dan kedaulatan Bangsa Indonesia,β kata Hafidz di Jakarta, Rabu.
Menurut Hafidz, gagasan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan mulai tumbuh dalam Kongres Pemuda Indonesia Pertama pada 1926, sebelum diteguhkan melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.
Ia menegaskan semangat para pemuda pendahulu bangsa perlu terus dihidupkan melalui pengutamaan Bahasa Indonesia dalam berbagai ranah kehidupan, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing sesuai kebutuhan.
βPerayaan Bulan Bahasa dan Sastra ini juga tidak hanya dimaksudkan dan dirangkaikan dalam kegiatan seremonial semata, tetapi juga sebagai gerakan kebangsaan yang melibatkan partisipasi semesta dan kolaborasi lintas sektor,β ujar Hafidz.
Ia pun menjelaskan rangkaian Bulan Bahasa dan Sastra 2026 diisi dengan berbagai kegiatan kebahasaan dan kesastraan, mulai dari festival, perlombaan, seminar, hingga pemberian penghargaan kepada individu dan lembaga yang berkontribusi dalam pengembangan bahasa Indonesia.
Sejumlah kegiatan tersebut, lanjutnya, meliputi Festival Handai Indonesia, Pemilihan Duta Bahasa, Festival Musikalisasi Puisi, Lomba Deklamasi Puisi bagi Penyandang Disabilitas Netra, serta berbagai kegiatan literasi dan apresiasi sastra.
Badan Bahasa juga memberikan sejumlah penghargaan, antara lain Apresiasi Giat Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Adaptif, Penghargaan Sastra Kemendikdasmen, penghargaan bagi pengguna bahasa Indonesia di media massa daring, serta penghargaan bagi kementerian dan unit utama yang menggunakan bahasa Indonesia secara baik dalam naskah dinas.
Selain itu, pihaknya juga memberikan penghargaan Adibahasa kepada pemerintah daerah berdasarkan penilaian Indeks Pembangunan Kebahasaan 2025 sebagai bentuk apresiasi atas capaian pembangunan di bidang kebahasaan dan kesastraan.
Dalam rangkaian acara tersebut, Badan Bahasa Kemendikdasmen juga meluncurkan sejumlah produk kebahasaan dan kesastraan, termasuk buku bacaan bermutu, kamus, serta program Wiyata Kinarya UKBI dan Ramah Santun.
Hafidz berharap berbagai kegiatan dan inovasi tersebut dapat memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas, meningkatkan kompetensi berbahasa Indonesia, serta memperkuat budaya literasi di Tanah Air.