Selain revitalisasi, pemerintah juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) dan laptop. Pada 2025, Kalimantan Barat menerima 7.581 unit IFP dan 7.579 laptop, serta dukungan internet dan listrik, dengan nilai anggaran total Rp252,41 miliar.
Untuk pengiriman tahap pertama pada 2026, Kalimantan Barat memperoleh 8.906 unit IFP bagi 3.424 satuan pendidikan dengan nilai Rp275,20 miliar. Khusus Kota Pontianak, sebanyak 587 unit IFP dikirim untuk 190 satuan pendidikan dengan nilai Rp18,14 miliar.
"Di Kabupaten Kubu Raya, program digitalisasi pada 2025 mencakup 780 sekolah dengan 783 unit IFP dan 780 laptop senilai Rp26,05 miliar. Pada pengiriman tahap pertama 2026, sebanyak 927 unit IFP disiapkan untuk 364 satuan pendidikan dengan nilai Rp28,64 miliar," katanya.