NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat sebanyak 943 sekolah di Kalimantan Barat telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) program revitalisasi satuan pendidikan pada 2026 dengan nilai anggaran Rp846,68 miliar.
"Pada 2025, program revitalisasi di Kalimantan Barat (Kalbar) menjangkau 343 sekolah dengan total anggaran Rp424,19 miliar dan menyerap 7.064 tenaga kerja," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muβti di Sungai Raya, Sabtu.
Dia menyampaikan dari total tersebut, dana sebesar Rp667,07 miliar telah disalurkan kepada 943 sekolah. Program revitalisasi itu juga menyerap 11.137 tenaga kerja di Kalimantan Barat.
Untuk Kota Pontianak, revitalisasi pada 2026 mencakup 46 sekolah dengan nilai kerja sama Rp36,35 miliar. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp29,88 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 565 orang.
Pada 2025, revitalisasi di Kota Pontianak menjangkau 17 sekolah dengan anggaran Rp27,43 miliar dan menyerap 477 tenaga kerja.
"Sementara itu, di Kabupaten Kubu Raya, program revitalisasi pada 2026 mencakup 89 sekolah dengan nilai kerja sama Rp94,75 miliar. Dana yang telah disalurkan mencapai Rp70,12 miliar, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 1.757 orang," tuturnya.
Pada 2025, revitalisasi di Kabupaten Kubu Raya menjangkau 34 sekolah dengan total anggaran Rp45,29 miliar dan menyerap 765 tenaga kerja.
Selain revitalisasi, pemerintah juga menjalankan program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) dan laptop. Pada 2025, Kalimantan Barat menerima 7.581 unit IFP dan 7.579 laptop, serta dukungan internet dan listrik, dengan nilai anggaran total Rp252,41 miliar.
Untuk pengiriman tahap pertama pada 2026, Kalimantan Barat memperoleh 8.906 unit IFP bagi 3.424 satuan pendidikan dengan nilai Rp275,20 miliar. Khusus Kota Pontianak, sebanyak 587 unit IFP dikirim untuk 190 satuan pendidikan dengan nilai Rp18,14 miliar.
"Di Kabupaten Kubu Raya, program digitalisasi pada 2025 mencakup 780 sekolah dengan 783 unit IFP dan 780 laptop senilai Rp26,05 miliar. Pada pengiriman tahap pertama 2026, sebanyak 927 unit IFP disiapkan untuk 364 satuan pendidikan dengan nilai Rp28,64 miliar," katanya.