NADIKABAR.COM β Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama SEAMEO Regional Centre for Early Childhood Care Education and Parenting (SEAMEO CECCEP) menegaskan komitmen untuk memajukan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini berkualitas dan berkeadilan di Asia Tenggara.
Penegasan Komitmen itu dilaksanakan melalui Pertemuan Tahunan Governing Board ke-9.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen Suharti di Jakarta pada Selasa menekankan pentingnya peran SEAMEO CECCEP dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini, melalui program yang relevan dengan kebutuhan negara-negara anggota.
Governing Board Meeting (GBM), kata Suharti, menjadi momentum untuk mengevaluasi program, memperkuat kolaborasi regional, dan merumuskan langkah strategis pengembangan PAUD.
Ia menekankan pentingnya memperluas akses PAUD melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah.
Upaya tersebut, lanjutnya, didukung Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak dari keluarga yang membutuhkan, serta Partisipasi Semesta yang melibatkan pemerintah, keluarga, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Perluasan akses, menurut Suharti, harus disertai peningkatan kompetensi pendidik dan penyediaan lingkungan belajar yang aman, inklusif, serta mendukung tumbuh kembang anak.
Pada kesempatan yang sama, Direktur SEAMEO CECCEP Vina Adriany menyampaikan capaian Centre sepanjang tahun fiskal 2025/2026, yang mencakup penelitian dan pengembangan, peningkatan kapasitas, advokasi kebijakan, serta kemitraan regional.
Ia menekankan pentingnya upaya bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh akses terhadap layanan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas, serta memastikan anak-anak dan keluarga di seluruh Asia Tenggara mendapatkan dukungan untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Dalam kerja sama regional, ia mengatakan SEAMEO CECCEP mendukung diseminasi ASEANβSEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education in Southeast Asia sebagai kerangka bersama untuk mengembangkan sistem ECCE yang inklusif, merata, dan berkualitas.
Centre, kata Vina, melanjutkan advokasi Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) serta mendukung pertukaran pengetahuan dan dialog kebijakan melalui Centre Policy Research Network (CPRN).
Penguatan kapasitas pendidik dan tenaga profesional dilakukan melalui berbagai kegiatan, antara lain pelatihan guru di Malaysia menggunakan modul Our Happy Neighbourhood, pelatihan pengembangan diri bagi calon dosen pendidikan anak usia dini di Kamboja pada 2025, serta pelatihan pendidikan inklusif bersama Hiroshima University.
Melalui tata kelola yang efektif, pertukaran pengetahuan, dan kemitraan berkelanjutan, SEAMEO CECCEP bersama negara-negara anggota dan mitra berupaya mendorong sistem pendidikan dan pengasuhan anak usia dini yang lebih inklusif, berkualitas, dan responsif sehingga setiap anak di Asia Tenggara memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal.