NADIKABAR.COM — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Klinik Pendidikan MIPA dan Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 untuk mendukung pengembangan talenta matematika sejak SD.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan gelaran IMSO-23 diikuti sebanyak 404 murid dari 23 negara yang berkompetisi untuk mengasah kemampuan mereka di bidang matematika dan sains sekaligus memberikan pengalaman berkompetisi di tingkat internasional.
“Selaras dengan tema " Where Young Minds Meet, Discover, Compete, and Inspire!", kami berharap IMSO tidak hanya menjadi arena bertanding, tetapi juga sarana membangun rasa kebersamaan, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan antar-generasi muda berprestasi dari berbagai belahan dunia,” kata Mendikdasmen Mu’ti saat membuka gelaran IMSO-23 di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat pada Sabtu.
Lebih lanjut, Mu’ti mengatakan penyelenggaraan IMSO-23 yang konsisten selama bertahun-tahun dengan partisipasi yang terus meningkat membuktikan bahwa ajang tersebut kian populer dan menginspirasi.
“Pertemuan ini menjadi momentum bagi para peserta untuk saling mengenal dan menimba inspirasi. Saya berharap program ini terus berlanjut di berbagai negara serta berkontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas generasi muda, khususnya di bidang matematika dan sains,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum IMSO Raden Ridwan Hasan Saputra mengatakan penyelenggaraan IMSO-23 di Indonesia memiliki makna historis, mengingat Indonesia merupakan negara tempat IMSO pertama kali digagas dan diselenggarakan pada 2004.