NADIKABAR.COM — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji mengatakan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan anak, tetapi juga memperbaiki kondisi tempat tinggal keluarga berisiko stunting.
"Kenapa risiko stunting? Mulai dari MCK-nya, mulai dari sanitasinya, mulai dari rumah layaknya yang mungkin, mohon maaf, mungkin belum layak," kata Wihaji saat mengunjungi salah satu keluarga risiko stunting di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa.
Wihaji mengatakan keluarga yang dikunjunginya merupakan salah satu dari sekitar 8,6 juta keluarga risiko stunting (KRS) yang tercatat di Indonesia.
Keluarga tersebut terdiri atas sembilan anggota keluarga dan memiliki sembilan anak. Menurut dia, kondisi tempat tinggal dan sanitasi keluarga menjadi salah satu aspek yang perlu segera mendapatkan perhatian.
Melalui program Genting, Kemendukbangga/BKKBN bekerja sama dengan orang tua asuh untuk memberikan intervensi langsung kepada keluarga risiko stunting. Untuk memberi bantuan kepada keluarga risiko stunting di Kabupaten Cimahi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi orang tua asuh yang memberikan dukungan senilai Rp50 juta untuk pembenahan rumah.