Ia menambahkan penanganan keluarga risiko stunting membutuhkan kerja sama berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan pendamping keluarga.

Kunjungan ke keluarga tersebut merupakan bagian dari agenda Wihaji di Ciamis setelah bertemu sekitar 1.000 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK). Pada kesempatan itu, Wihaji juga mengapresiasi keterlibatan BRI dan masyarakat setempat dalam membantu keluarga risiko stunting.

"Hari ini dua yang kita kunjungi dan kita bantu, dan itu bagian dari pemerintah hadir," katanya.

Dua KRS yang dikunjungi Wihaji tersebut yakni keluarga Nahdi Riyanto yang memiliki dua anak, namun kondisi rumahnya tidak memiliki MCK atau sanitasi yang memadai, sedangkan yang kedua yakni keluarga Endang Kuswara dengan sembilan orang anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah sehingga meningkatkan risiko stunting.

Selain bantuan rumah, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat juga memberikan bantuan berupa 10 ekor ayam untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, utamanya protein bagi kedua KRS.