Bantuan diberikan bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan pembangunan dan perbaikan rumah secara langsung.

"Kita pastikan supaya MCK-nya dibangun, rumahnya nanti kita perbaiki, airnya juga oke, dan kamarnya juga," ujar Wihaji.

Ia mengatakan pembangunan dan perbaikan rumah akan dilakukan oleh tim BRI dan ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan.

Wihaji menyebut intervensi tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam menangani persoalan keluarga risiko stunting secara langsung di lapangan.

"Ini bagian dari pemerintah hadir karena saya diperintah Pak Presiden agar tidak hanya seminar dan diskusi, tetapi turun ke lapangan untuk menyelesaikan masalah," paparnya.