"KB berkontribusi terhadap penurunan stunting dengan mencegah kehamilan berisiko atau '4 Terlalu', yakni terlalu muda, terlalu tua, terlalu dekat, dan terlalu banyak. Pengaturan jarak kehamilan menjadi salah satu intervensi penting, di mana berdasarkan analisis USAID, jika seluruh interval kelahiran-kehamilan diperpanjang menjadi tiga tahun, sekitar 1,6 juta kematian balita dapat dicegah setiap tahun," ucap Wahidin.
Ia menambahkan, dampak KB tidak hanya berpengaruh pada kesehatan, tetapi juga fiskal dan sosial-ekonomi. Manfaat investasi KB mencakup penghematan biaya membesarkan anak, penghematan biaya perawatan kesehatan akibat kematian/kesakitan ibu dan balita, serta peningkatan pendidikan, partisipasi kerja, dan produktivitas perempuan.
Target pemerintah pada tahun 2025–2029 yakni meningkatkan proporsi kebutuhan KB yang terpenuhi dengan metode modern dari 83,9 persen menjadi 87,1 persen, serta menurunkan kebutuhan KB yang tidak terpenuhi atau unmet need dari 11,1 persen menjadi 8,5 persen pada 2029.