Persentase kehamilan tidak diinginkan juga ditargetkan turun dari 13,2 persen menjadi 11,3 persen pada 2029, sedangkan persentase pasangan usia subur (PUS) dengan kehamilan risiko tinggi "4 Terlalu" ditargetkan turun dari 28,3 persen menjadi 26,8 persen pada 2029.

"Pemerintah terus meningkatkan akses dan kualitas layanan KB, serta kesehatan reproduksi sebagai strategi utama investasi SDM. Layanan diarahkan agar komprehensif, inklusif, berbasis kewilayahan dan siklus hidup, sekaligus mengurangi kesenjangan layanan di daerah tertinggal, kepulauan, perbatasan, serta kelompok marginal," ucap Wahidin.