Saat ini buku panduan yang disebarkan oleh Kemendukbangga/BKKBN masih berupa kumpulan materi dalam huruf braille yang membantu teman-teman tunanetra, tetapi ke depan, buku panduan tersebut akan diperluas materinya sehingga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman disabilitas lainnya.

"Untuk disabilitas yang tidak bisa melihat, khususnya tunanetra ini tentu butuh akses lain yang bentuknya braille. Kita semaksimal mungkin untuk memberikan ruang dan akses sebesar-besarnya kepada teman-teman disabilitas, khususnya untuk akses kontrasepsi," ujar dia.