Wihaji menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan materi-materi dalam buku panduan ini tersampaikan dengan baik kepada sasaran, termasuk para ahli dengan melibatkan tim pendamping keluarga (TPK).

"Tetapi kita bisa mengundang, tidak harus kita langsung yang memberikan edukasi. Kita bisa mengundang ahlinya, kita pastikan ini ada aksesnya, namanya buku panduan, bentuknya braille, di situ banyak hal, kita sudah cek satu-satu dan bertanya kepada ahli bahwa semangatnya adalah memberikan akses kepada teman-teman penyandang disabilitas," ucap Wihaji.