NADIKABAR.COM — Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong sineas daerah memperluas distribusi karya film agar mampu menembus pasar nasional hingga internasional melalui penyelenggaraan Festival Film Horor (FFH) 2026 di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi, Minggu, mengatakan, film horor memiliki potensi ekonomi besar karena mengangkat kekayaan budaya lokal yang menjadi daya tarik bagi penonton Indonesia.

“Film horor merupakan genre dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia, lebih dari 40 persen, karena sangat berakar pada kekayaan budaya lokal,” katanya saat penutupan FFH 2026 di Alun-Alun Kabupaten Pacitan, Jawa Timur.

Cecep yang mewakili Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi penyelenggaraan festival tersebut sebagai ruang bagi sineas untuk menunjukkan kreativitas sekaligus mengembangkan potensi ekonomi dari karya film.

Menurut dia, pengembangan ekonomi kreatif perlu disertai perlindungan kekayaan intelektual agar kreativitas para pelaku industri dapat memberikan nilai ekonomi berkelanjutan.

Ia berharap sineas daerah dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas karya sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional, didukung akses distribusi yang lebih luas.