Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) Fauzan Zidni mengatakan festival film tidak hanya berfungsi sebagai ajang penghargaan, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara pembuat film dan penonton.

Menurut dia, keberadaan penonton menjadi bagian penting dalam perkembangan industri perfilman karena karya yang dihasilkan perlu memiliki akses untuk menjangkau masyarakat.

BPI bersama Kementerian Ekonomi Kreatif berkomitmen membuka peluang distribusi bagi film-film pemenang agar dapat dinikmati masyarakat di berbagai daerah.

Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengatakan penyelenggaraan FFH turut mendukung promosi daerah melalui kegiatan kreatif yang mendapat perhatian di tingkat nasional.

Ia memastikan festival tersebut akan kembali digelar pada 2027 karena dinilai memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Penutupan FFH 2026 yang mengusung tema INDIGO ditandai dengan pengumuman pemenang dari sejumlah kategori, mulai dari kompetisi umum nasional, pelajar regional Jawa Timur, hingga ekshibisi PKK, Karang Taruna, dan pelajar SMP.