NADIKABAR.COM β Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendorong pengembangan usaha serta menjaga keberlanjutan perputaran ekonomi kreatif di daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Kemenekraf Mohammed Ali Berawi mengatakan, kesiapan kapasitas dan tata kelola bisnis menjadi faktor penting bagi pelaku ekonomi kreatif untuk memperoleh akses pendanaan dari lembaga keuangan maupun investor.
βPelaku ekonomi kreatif perlu siap secara kapasitas dan tata kelola agar dapat mengakses pendanaan dan pembiayaan yang tepat. Creative Hub juga kami dorong menjadi ruang kolaborasi yang menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif di daerah,β ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.
Upaya tersebut dilakukan melalui program Creative Economy Ready for Financing (CreaFIN) yang digelar di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Program ini membekali 50 pegiat ekonomi kreatif dengan pengetahuan mengenai akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen keuangan digital, legalitas usaha, hingga penguatan model bisnis berbasis teknologi.
Melalui CreaFIN, Kemenekraf mendorong pelaku usaha agar memiliki pengelolaan bisnis yang lebih profesional dan memenuhi aspek kelayakan pembiayaan atau bankable. Dengan demikian, pelaku UMKM diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh tambahan modal guna meningkatkan kapasitas dan mengembangkan skala usaha.
Penguatan akses pembiayaan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi kreatif, terutama bagi pelaku usaha daerah yang masih menghadapi keterbatasan modal dan tata kelola bisnis.
Kemudahan memperoleh pendanaan diharapkan dapat mendukung pengembangan produk, memperluas jangkauan pemasaran, serta meningkatkan kemampuan usaha dalam memenuhi permintaan pasar.
Dalam pelaksanaannya, peserta juga mendapatkan pengalaman kewirausahaan dari Rosalina Sitanggang, pemilik Tiara Bakery, serta materi pengelolaan keuangan dan pembiayaan industri kreatif dari Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara.