Dwi berharap, proses tersebut menghasilkan masukan dan rekomendasi yang dapat mendukung pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berdaya saing.

Seluruh masukan pemangku kepentingan akan diintegrasikan ke dalam penyempurnaan laporan penelitian akhir dan perumusan rekomendasi kebijakan penguatan inklusi sosial dalam ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Upaya pemetaan ini menjadi bagian dari rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang berlangsung pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah dalam merancang dukungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pelaku kreatif, sehingga peluang pengembangan usaha tidak hanya terkonsentrasi di wilayah atau kelompok tertentu.