"Para orang tua harus memahami perannya untuk melindungi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anaknya disuruh bekerja, sementara orang tua bersantai-santai di rumah," ujar Suherman.
Ia mengatakan Kanwil KemenHAM bersama pemerintah kabupaten dan kota di Kepulauan Bangka Belitung melakukan sosialisasi dan edukasi mengenai dampak pertambangan dan lingkungan hidup serta hak anak dan orang tua.
Kegiatan tersebut juga memberikan edukasi mengenai persoalan kenakalan remaja.
"Melalui kegiatan ini setidaknya meminimalisasi pekerja anak di tambang-tambang timah," katanya.
Menurut Suherman, aktivitas pertambangan timah yang menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat, khususnya di sejumlah wilayah perdesaan Bangka Belitung, turut membuka peluang keterlibatan anak dalam kegiatan mencari timah.
Ia mengatakan masih terdapat anak yang ikut melimbang timah di lokasi pertambangan konvensional.