Rudi mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan program pada tahun sebelumnya. Menurut dia, jumlah peminat layanan perjalanan pulang belum optimal sehingga Kemenhub akan memfokuskan layanan pada keberangkatan.

"Saat ini masih berangkat karena evaluasi tahun lalu peminatnya kadang enggak full. Jadi, sekarang coba dioptimalkan untuk berangkatnya karena tadi liburnya cukup panjang," ujar Rudi.

Sementara itu, Kemenhub memprediksi puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru akan terjadi pada 23 Desember 2026. Adapun puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 4 Januari 2027.