NADIKABAR.COM — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkuat mitigasi kecelakaan angkutan darat menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 melalui pemeriksaan kendaraan, pengawasan operasional, serta penguatan manajemen keselamatan transportasi.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan sejumlah strategi untuk menjamin keselamatan di sektor angkutan darat pada momentum libur akhir tahun.
"Sekaligus menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas (laka lantas) khususnya selama periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027," kata Aan terkonfirmasi di Jakarta, Sabtu.
Dia menekankan hal itu penting dilakukan karena masih tingginya angka kejadian kecelakaan sektor transportasi darat, terutama saat meningkatnya mobilitas masyarakat di libur akhir tahun.
Aan menekankan keselamatan di jalan harus menjadi prioritas bersama, sehingga perlu sejumlah upaya untuk menekan potensi terjadinya kecelakaan lalu lintas maupun fatalitas kecelakaan.
Berdasarkan data Korlantas Polri, kata dia, angka kecelakaan di sektor darat masih memprihatinkan, pada periode 2024 sampai dengan 2025 angka kejadian naik 5 persen. Dari 150.906 kejadian menjadi 158.508 kejadian meski ada penurunan fatalitas korban sebesar 9,5 persen dari 26.839 jiwa menjadi 24.296 jiwa.
Ia menegaskan tingginya angka kecelakaan lalu lintas menjadi perhatian, yang mana tahun 2025 keterlibatan kendaraan barang dalam kecelakaan lalu lintas sebesar 29.174 kendaraan (10,58 persen) dan bus umum penumpang sebesar 21.269 kendaraan (7,72 persen).
"Keterlibatan dua jenis kendaraan tersebut dalam laka lantas berada di urutan kedua setelah sepeda motor,” ucap Aan.