Selain itu, BLUD Penanganan Iklim juga membuka peluang pengembangan sumber pembiayaan bagi aksi iklim daerah.
Pendapatan BLUD dapat berasal dari jasa layanan, hibah atau dukungan pendanaan, pembayaran berbasis kinerja, serta hasil transaksi unit karbon sesuai dasar hukum dan hak penerimaan masing-masing.
Pengembangan skema pembiayaan perlu disertai perencanaan keuangan yang matang, termasuk biaya pengembangan kegiatan, pemantauan, sertifikasi, risiko perubahan harga karbon, serta kemungkinan penerimaan di bawah proyeksi.
“Di sinilah BLUD Penanganan Iklim memiliki peran vital, yaitu mendukung penyelenggaraan layanan dan pelaksanaan program, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam penciptaan nilai di sektor kehutanan,” jelas Edo.