Upaya tersebut dilakukan di tengah penurunan jumlah titik panas berdasarkan pemantauan sejumlah satelit.
Hariyanto mengatakan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA turun dari 694 titik pada 29 September menjadi 270 titik pada 30 September 2026.
"Secara keseluruhan, per 30 September terjadi penurunan dari 694 titik panas pada 29 September menjadi 270 titik panas berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi," ujarnya.
Secara nasional, jumlah titik panas juga turun dari sekitar 1.000 titik menjadi 680 titik per 30 September 2026.
Hariyanto mengatakan pengerahan personel, kesiapan peralatan, operasi modifikasi cuaca, dan penguatan kelompok masyarakat dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah rawan.