NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan menyiagakan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila diperlukan.
Kasubdit Pencegahan Kebakaran Hutan Kemenhut Hariyanto mengatakan personel tersebut disiapkan untuk melengkapi 2.579 personel Manggala Agni yang saat ini aktif menangani karhutla bersama BNPB, TNI, dan Polri.
"Selain mengerahkan 2.579 personel Manggala Agni yang aktif di lapangan, sesuai arahan Bapak Menteri, kami juga menyiagakan 5.000 ASN Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan jika dibutuhkan," kata Hariyanto dalam konferensi pers Desk Koordinasi Penanggulangan Karhutla di Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis.
Hariyanto mengatakan personel Manggala Agni saat ini menangani 67 kejadian karhutla di sejumlah wilayah rawan. Sebanyak 30 kejadian telah dipadamkan, sedangkan 37 lainnya masih dalam proses pemadaman.
Karhutla yang masih ditangani tersebut tersebar di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jambi.
Penguatan personel juga dilakukan dengan mengerahkan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta Kepulauan Seribu ke wilayah Kalimantan untuk membantu pemadaman.
Selain sumber daya manusia, Kemenhut menyiapkan 31.806 unit sarana dan prasarana, perlengkapan pribadi, logistik, serta perlengkapan regu untuk mendukung operasi penanganan karhutla.
Hariyanto mengatakan pemerintah juga menggunakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya mendukung penanganan karhutla.
Hingga saat ini, TNI, Polri, dan instansi terkait telah melaksanakan lima kali OMC dan tetap menyiapkan operasi serupa apabila kondisi membutuhkan intervensi.
Dari sisi pencegahan berbasis masyarakat, Kemenhut menargetkan penambahan 500 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) beserta perlengkapannya hingga akhir 2026.
Upaya tersebut dilakukan di tengah penurunan jumlah titik panas berdasarkan pemantauan sejumlah satelit.
Hariyanto mengatakan jumlah titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA turun dari 694 titik pada 29 September menjadi 270 titik pada 30 September 2026.
"Secara keseluruhan, per 30 September terjadi penurunan dari 694 titik panas pada 29 September menjadi 270 titik panas berdasarkan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA-20 dari NASA dengan tingkat kepercayaan tinggi," ujarnya.
Secara nasional, jumlah titik panas juga turun dari sekitar 1.000 titik menjadi 680 titik per 30 September 2026.
Hariyanto mengatakan pengerahan personel, kesiapan peralatan, operasi modifikasi cuaca, dan penguatan kelompok masyarakat dilakukan untuk mempercepat pemadaman sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di wilayah rawan.