NADIKABAR.COM — Kementerian Kehutanan dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) berkolaborasi menjaga habitat satwa kunci seperti orang utan, owa, bekantan, rangkong, dan berbagai satwa endemik lain, sebagai bagian memperkuat perlindungan bentang alam Wehea-Kelay, Kalimantan Timur.

"Bentang alam tersebut ditetapkan sebagai salah satu lokasi percontohan penerapan Multiusaha Kehutanan (MUK).bersama empat kawasan lain di Indonesia, dengan pendekatan pengelolaan hutan yang menggabungkan kepentingan ekologis, sosial, dan ekonomi," ujar Direktur Eksekutif YKAN Herlina Hartanto dihubungi dari Samarinda, Rabu.

MUK tidak lagi menempatkan kayu sebagai satu-satunya sumber nilai ekonomi hutan, tetapi membuka peluang pengembangan agroforestri, restorasi ekosistem dan jasa lingkungan, termasuk perdagangan karbon.

Pendekatan itu dinilai penting untuk menjaga kawasan hutan tetap produktif sekaligus mencegah degradasi, deforestasi, dan alih fungsi lahan pada konsesi yang tidak lagi aktif berproduksi.