"Pengembangan MUK di Wehea-Kelay dilakukan dengan prinsip conservation-first, yakni menempatkan konservasi sebagai prioritas dalam pengelolaan lanskap. Melalui pendekatan ini, kawasan hutan lindung dan sebagian besar kawasan produksi yang bernilai konservasi tinggi tetap dilindungi," katanya.

Menurut dia, model yang dikembangkan melalui bentang alam (bentala) Kalimantan mengombinasikan hasil hutan kayu dengan sumber pendapatan yang lebih hijau, seperti agroforestri regeneratif dan jasa lingkungan.

Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan nilai ekonomi hutan tanpa mengorbankan fungsi ekologisnya dalam jangka panjang.

Bentala Kalimantan, katanya, merupakan platform kolaborasi pengelolaan lanskap berkelanjutan yang diinisiasi YKAN bersama Pemerintah Provinsi Kaltim, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sejak 2024.