Agus mengatakan berbagai layanan publik Kemenimipas merupakan implementasi 15 program aksi yang terus dipantau dan dilaporkan melalui STAR Proaksi.

Aplikasi tersebut menjadi kanal sekaligus dasbor yang diproyeksikan menjadi data tunggal 15 Program Aksi. STAR Proaksi turut dirilis dalam Rakor Kemenimipas Tahun 2026.

Ia pun memberikan instruksi kepada seluruh jajaran Kemenimipas untuk tidak sekadar menjadikan rapat koordinasi ini sebagai formalitas saja, tetapi menjadi titik balik dalam meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Setelah rakor selesai, dirinya berharap setiap pimpinan harus memiliki kejelasan apa yang harus dikerjakan, siapa yang bertanggung jawab, kapan harus diselesaikan, bagaimana mencapai keberhasilan yang dapat diukur, dan bagaimana hasilnya dilaporkan.

"Jangan pulang hanya membawa bahan paparan, bawalah pulang pekerjaan yang harus diselesaikan dan perubahan yang bisa diwujudkan,” tuturnya.

Melalui momentum evaluasi yang diterjemahkan menjadi aksi nyata, Kemenimipas terus berkomitmen dalam memperkuat tata kelola pelayanan publik.

Rapat koordinasi strategis yang digelar pada 20-23 September 2026 tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi jajaran Kemenimipas, baik unit pusat, kantor wilayah, maupun UPT untuk terus berbenah dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat.