NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan bersama Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) menyelenggarakan Konferensi AAAH ke-14 di Bali, melibatkan jaringan dari 22 negara, guna memperkuat kolaborasi untuk mengatasi kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan.
Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan bahwa investasi pada sumber daya manusia kesehatan harus menjadi prioritas setiap negara. Menurutnya, tenaga kesehatan yang terlatih, terampil, dan berdedikasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
“Kita memerlukan tata kelola yang lebih kuat, pendidikan kesehatan yang lebih baik, dan transformasi digital. Kita juga harus memperkuat kerja sama regional, berbagi pengetahuan, dan saling belajar dari pengalaman satu sama lain,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Selasa.
Mengusung tema “Membangun Tenaga Kesehatan Masa Depan: Menghubungkan Tata Kelola, Pendidikan, dan Transformasi Digital untuk Sistem Kesehatan yang Berkelanjutan”, konferensi ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman bagi sekitar 200 peserta. Mereka terdiri atas pembuat kebijakan, pendidik, profesional kesehatan, serta mitra pembangunan.
Ia berharap konferensi tersebut dapat menghasilkan gagasan praktis dan komitmen nyata untuk membangun tenaga kesehatan masa depan. Indonesia, lanjutnya, siap memperkuat kerja sama dengan negara-negara di kawasan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan SDM kesehatan.