Ia menambahkan berdasarkan evaluasi terdapat menurunnya tren imunisasi secara global karena sejumlah faktor seperti kekhawatiran terhadap kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI), serta narasi tentang vaksin HPV menyebabkan kemandulan atau autisme.

Ketua Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (Komnas KIPI) Prof. Dr. dr. Hindra Irawan Satari mengatakan, vaksin HPV lebih baik diberikan ketika anak-anak masuk masa pubertas, yaitu 9-12 tahun, karena di masa itu anak mulai berisiko terinfeksi virus.

"Selama 15-20 tahun, nggak ada gejalanya. Muncul-muncul kanker serviks, waktu tanpa gejala, dia tenang-tenang. Waktu 15-20 tahun, datang udah grade 3," katanya.