NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan mengatakan, oseltamivir bukan obat yang bisa diminum oleh semua orang atau diminum sebagai antisipasi influenza tanpa penilaian medis, sehingga masyarakat dihimbau tidak melakukan panic buying.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Lucia Rizka Andalusia di Jakarta, Senin, menyampaikan hal tersebut merespons meningkatnya perhatian terhadap influenza A dan sulitnya memperoleh obat antivirus oseltamivir di sejumlah rumah sakit.

"Kekhawatiran ini terutama disebabkan karena informasi mengenai peningkatan kasus beredar cepat di media sosial dan adanya info perbedaan ketersediaan obat di antara berbagai wilayah. Namun kami ingin memastikan bahwa masyarakat dapat memperoleh informasi yang tepat dan tidak mengambil tindakan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi," katanya.

Rizka menyebutkan, publik tidak perlu melakukan panic buying karena sebagian besar kasus influenza tanpa tanda bahaya dapat ditangani secara mandiri dan dapat membaik dengan istirahat yang cukup, menjaga asupan cairan atau minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan sesak nafas.

"Sehingga tidak setiap orang harus mendapatkan obat antivirus atau oseltamivir ini. Jika menunjukkan tanda bahaya, segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat," katanya.

Dia juga mengingatkan bahwa oseltamivir bukan obat yang digunakan secara massal atau diminum untuk berjaga-jaga tanpa penilaian medis. Pengobatan influenza diutamakan untuk mengobati gejala yang timbul dengan tetap memperhatikan kondisi pasien.