Rizka mengimbau publik untuk melakukan lima langkah sederhana.
"Pertama, jangan membeli atau menyimpan oseltamivir tanpa resep dokter dan tanpa kebutuhan medis yang telah ditentukan oleh dokter. Yang kedua, jangan menggunakan obat milik orang lain. Jangan menggandakan dosis dan jangan menghentikan atau melanjutkan terapi tanpa berkonsultasi pada tenaga kesehatan," katanya.
Yang ketiga, penggunaan oseltamivir yang tidak sesuai indikasi medis dalam jangka panjang akan menyebabkan munculnya virus influenza yang kurang sensitif atau yang dikenal sebagai resisten terhadap antivirus (antimicrobial resistance/AMR).
Keempat, gunakan sumber informasi resmi dari Kementerian Kesehatan, dari dinas kesehatan, dari rumah sakit, puskesmas dan jangan menyebarkan klaim bahwa influenza A pasti berat dan bahwa setiap demam pasti memerlukan antivirus.
Kelima, melakukan pemeriksaan jika terdapat gejala berat, memburuk atau terjadi kelompok berisiko. Jangan mengobati sendiri, dan berkonsultasilah kepada tenaga kesehatan yang tepat.